Berita / Sumatera /
Konflik Sawit di Rohul Telan Korban, APKASINDO Desak Agrinas Buka Dialog dengan Petani
Jakarta, elaeis.co – Konflik antara perusahaan KSO Agrinas Palma Nusantara (APN) dan masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, menuai keprihatinan luas.
Insiden tersebut dilaporkan menelan satu korban jiwa serta menyebabkan puluhan orang dari kedua belah pihak mengalami luka-luka.
Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) menyesalkan terjadinya bentrokan tersebut dan meminta agar seluruh pihak menahan diri serta mengedepankan dialog sebagai solusi utama.
Ketua Umum DPP APKASINDO, Dr. Gulat Medali Emas Manurung, menegaskan bahwa konflik terbuka hanya akan memperburuk situasi dan merugikan petani sawit rakyat.
“APKASINDO sangat menyayangkan kejadian ini, terlebih sampai menimbulkan korban meninggal dunia. Kami berharap peristiwa seperti ini tidak terulang dan semua pihak mau duduk bersama mencari jalan keluar,” ujar Gulat, Rabu (11/2).
Menurut Gulat, APKASINDO telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) terkait insiden tersebut. Ia menyebutkan pemerintah pusat menunjukkan keterbukaan untuk mendengarkan aspirasi petani sawit.
“Saya sudah menyampaikan langsung kepada Menko Polkam. Responsnya sangat terbuka dan ini menambah keyakinan kami bahwa negara hadir untuk menyelesaikan persoalan sawit secara adil,” katanya.
APKASINDO juga mengungkapkan bahwa pihak Agrinas wilayah Riau menyatakan kesiapan untuk membuka ruang dialog dengan masyarakat. Bahkan, saat insiden kericuhan terjadi, Agrinas disebut tengah menggelar pertemuan dengan para pemangku kepentingan di kantor perwakilan Agrinas Riau di Pekanbaru.
Gulat menilai konflik di lapangan berpotensi mencederai niat Presiden Prabowo Subianto dalam menata ulang tata kelola perkebunan sawit nasional yang berorientasi pada kesejahteraan petani, masyarakat sekitar, serta peningkatan penerimaan negara.
“Kami mengimbau petani sawit di mana pun berada agar tidak mudah terpancing emosi. Demonstrasi adalah hak, tetapi harus dilakukan secara damai dan sesuai aturan. Tindakan anarkis justru akan mengaburkan tujuan perjuangan,” tegasnya.
Lebih lanjut, APKASINDO mendorong pemerintah segera menerbitkan regulasi atau instruksi presiden yang memberikan jalur afirmasi bagi kebun sawit rakyat yang berada di kawasan hutan dan telah lama menjadi sumber penghidupan masyarakat. Menurutnya, penyelesaian masalah kebun sawit rakyat menjadi kunci meredam konflik agraria di daerah.
“Minyak sawit adalah komoditas strategis global. Setiap konflik di sektor hulu maupun hilir akan menjadi sorotan internasional dan dapat merugikan posisi Indonesia,” kata Gulat.
Ia juga mengungkapkan hasil survei internal APKASINDO di sejumlah daerah seperti Riau, Sumatera Utara, dan Kalimantan Tengah yang menunjukkan bahwa konflik paling banyak terjadi di kebun sawit rakyat. Sementara itu, kebun korporasi yang telah ditata melalui kebijakan pemerintah relatif lebih kondusif.
APKASINDO berharap niat baik seluruh pihak, termasuk Agrinas dan pemerintah, dapat segera diwujudkan melalui kebijakan konkret yang berpihak pada petani.
“Jika persoalan ini cepat diselesaikan, kepercayaan petani terhadap pemerintah akan semakin kuat dan stabilitas sektor sawit nasional dapat terjaga,” pungkas Gulat.









Komentar Via Facebook :