Berita / Internasional /
Kelaparan, Warga Terpaksa Makan Daun dan Belalang
Anak-anak Desa Ankilimarovahatsy di Madagaskar selatan yang kelaparan dan kekurangan gizi berlindung di bawah pohon dari teriknya sinar matahari. Foto diambil pada 9 November 2020. (AP Photo / Laetiti
Jakarta, Elaeis.co - Kekeringan selama bertahun-tahun dan badai pasir yang menerjang beberapa waktu lalu merusak hasil panen dan menyebabkan wilayah selatan Madagaskar kekurangan pasokan bahan makanan.
Direktur Senior Operasi Program Pangan Dunia (WFP), Amer Daoudi, mengatakan, saat mengunjungi sejumlah desa, dia menyaksikan anak-anak kelaparan dan kekurangan gizi. Orang-orang terpaksa makan belalang dan daun. “Saya menyaksikan gambar mengerikan dari anak-anak yang kelaparan. Tidak hanya anak-anak, tetapi juga ibu, orang tua, dan penduduk di desa-desa yang kami kunjungi,” katanya, seperti dikutip Republika.co.id.
Dia mengaku sudah lama tidak melihat bencana kelaparan seperti itu. Bulan lalu, malnutrisi meningkat dari 9 persen menjadi 16 persen akibat kekeringan berturut-turut selama lima tahun terakhir.
“WFP sedang berupaya mengumpulkan dana 75 juta dolar AS (sekitar Rp 1 triliun) untuk menutupi kebutuhan darurat dalam beberapa bulan ke depan,” katanya.

Komentar Via Facebook :