Jakarta, elaeis.co – Pemerintah bersiap mengakselerasi hilirisasi energi berbasis sawit. Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana investasi besar-besaran untuk membangun fasilitas pengolahan (refinery) yang mampu mengubah kelapa sawit hingga minyak jelantah menjadi bahan bakar pesawat (avtur).

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial listrik milik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4).

Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan bahan baku yang melimpah untuk mendorong produksi avtur berbasis nabati. Bahkan, limbah seperti minyak jelantah dinilai memiliki potensi besar untuk diolah menjadi energi bernilai tinggi.

“Sekarang avtur bisa dari kelapa sawit, bahkan dari jelantah, dari limbah minyak goreng bisa kita olah,” ujar Prabowo.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat pemerintah akan mulai membuka sejumlah pusat pengolahan untuk mendukung produksi tersebut. Investasi yang digelontorkan pun disebut tidak tanggung-tanggung, seiring ambisi memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Di sisi lain, momentum ini juga beriringan dengan dorongan elektrifikasi sektor transportasi. Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyoroti capaian industri kendaraan listrik dalam negeri yang mulai menunjukkan perkembangan signifikan.

Ia menyebut Indonesia kini telah mampu memproduksi bus dan truk listrik dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang terus meningkat. 

Saat ini, TKDN kendaraan listrik produksi VKTR telah mencapai 40% dan ditargetkan naik menjadi 60% dalam dua tahun ke depan, sebelum menyentuh level 80% pada fase berikutnya.

Tak berhenti di situ, pemerintah juga membidik produksi massal mobil listrik jenis sedan pada 2028. Target ini menjadi bagian dari peta jalan besar transformasi industri otomotif nasional menuju era kendaraan berbasis energi bersih.

Langkah agresif di sektor avtur berbasis sawit dan kendaraan listrik ini mencerminkan arah kebijakan pemerintah yang kian fokus pada hilirisasi dan transisi energi. 

Limbah yang dulu dipandang sebelah mata, kini dipoles menjadi komoditas strategis seolah menegaskan bahwa masa depan energi bisa lahir dari sisa yang selama ini terbuang.