https://www.elaeis.co

Berita / Sumatera /

Janji Tak Terpenuhi, Peserta PSR Kecewa Terhadap KUD

Janji Tak Terpenuhi, Peserta PSR Kecewa Terhadap KUD

Mustafa Kamal (tengah) saat didampingi Ketua APKASINDO Subulussalam, Ir Netap Ginting. (sumber foto: tangkapan layar YouTube)


Aceh, Eleais.co - Mustafa Kamal, petani sawit asal Desa Penuntungan, Kecamatan Penanggalan, Kotamadya Subulusalam, Aceh, mengaku kecewa terhadap para pengurus Koperasi Unit Desa (KUD) Semarak Jaya. Kamal menilai proses pelaksanaan PSR yang  disosialisasikan berbeda dengan yang ada di lapangan.

Kepada Elaeis.co pada Senin (2/8) sore kemarin, Mustafa Kamal menyebutkan, saat masih dalam tahap sosialisasi PSR, para petani sawit anggota KUD Semarak Jaya, termasuk ia dan keluarganya, disebutkan akan mendapatkan fasilitas pendanaan sebesar Rp 25 juta per hektar per petani sawit.

"Saya dan keluarga saya ada enam orang, masing-masing memiliki empat hektar kebun sawit. Semua ikut PSR. Dengan uang Rp  25 juta dijanjikan seluruh proses yang terkait PSR akan diikutkan, termasuk soal perawatan dua kali setahun untuk di tahun pertama," kata Kamal.

Perawatan yang ia maksud adalah pemupukan kebun sawit peserta PSR dua kali setahun. "Land clearing atau pembersihan lahan sudah dilakukan, penanaman juga sudah dilakukan. Tapi saya merasa kecewa, kok enggak ada perawatan seperti yang disosialisasikan sebelumnya," kata Kamal.

Anehnya, kata Kamal, dari belasan anggota KUD Semarak Jaya peserta PSR, hanya ia dan keluarganya yang tidak mendapatkan hak perawatan kebun sawit itu. 

Ketua KUD Semarak Jaya, Ngolu Manurung, tak memberikan respon sama sekali saat dihubungi Elaeis.co melalui dua nomor handpone yang ada sejak Senin sampai Selasa (3/8/). Begitu juga saat dihubungi melalui aplikasi WhatsApp, Ngolu tak memberikan respon. Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan Kota Subulusalam, Andre, juga tak bisa dihubungi.

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :