Berita / Nusantara /
Hati-Hati, Jelang Lebaran Banyak Makan Ilegal Beredar
Kepala BPOM RI, Penny K Lukito mengamati hasil razia Badan POM (Dok. Warta Kota/Joko Supriyanto)
Jakarta, Elaeis.co - Pedagang nakal memanfaatkan momen jelang lebaran untuk mengedarkan berbagai jenis pangan ilegal. Razia yang digelar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di sejumlah daerah menemukan berbagai jenis pangan yang bisa membahayakan konsumen.
Kepala Badan POM RI Penny K Lukito mengatakan, razia Intensifikasi Pengawasan Pangan yang dilakukan melibatkan 33 Balai Besar/Balai POM dan 40 Loka POM di Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.
"Hingga minggu keempat April, petugas menemukan produk pangan impor Tanpa Izin Edar (TIE) terbanyak di lima wilayah kerja. Yakni BBPOM di Jakarta, BBPOM di Serang, BPOM di Batam, BBPOM di Bandar Lampung, dan Loka POM di Tangerang," katanya seperti dikutip Warta Kota, kemarin.
Hasil pengawasan juga menemukan produk pangan kedaluwarsa dan rusak. Terbanyak ditemukan di wilayah kerja BPOM di Ambon, BPOM di Manokwari, BPOM Palu, Loka POM di Kepulaian Sangihe, dan Loka POM di Kepulauan Morotai.
Temuan produk pangan rusak terbesar ditemukan di wilayah kerja BBPOM di Serang, BBPOM di Yogyakarta, BBPOM di Makassar, BBPOM di Palembang, dan BPOM di Kendari.
"Ada 2.011 sarana peredaran, baik dari sarana retail, gudang distributor atau importir, yang diperiksa. Dari seluruh sarana yang diperiksa itu ditemukan 125.231 kemasan atau sebanyak 4.419 item produk kedaluwarsa, TIE, dan rusak," katanya.
Produk yang tidak memenuhi ketentuan sudah disita, sebagian lagi dilakukan pemusnahan oleh pelaku usaha yang disaksikan oleh petugas pengawas dari Badan POM.
Selain pengawasan terhadap pangan olahan, Badan POM juga melakukan sampling dan pengujian terhadap 8.144 sampel pangan jajanan buka puasa atau takjil, dengan temuan sampel yang mengandung bahan berbahaya, yaitu formalin (0,45 persen), boraks (0,59 persen), dan rhodamin B (0,73 persen).
Terhadap penjual pangan jajanan buka puasa yang menjual produk mengandung bahan berbahaya diberikan pembinaan bersama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat.







Komentar Via Facebook :