https://www.elaeis.co

Berita / Pasar /

Fakta di Lapangan, Harga Minyak Goreng Sudah Naik

Fakta di Lapangan, Harga Minyak Goreng Sudah Naik

Di sejumlah pasar di Medan, harga ninyak goreng subsidi malah sudah di atas HET yang ditetapkan Pemerintah Pusat. (Foto: ist)


Medan, elaeis.co - Kalau merujuk harga eceran tertinggi (HET), maka dipastikan kalau harga minyak goreng untuk berbagai jenis masih tetap sesuao aturan yang diberlakukan oleh Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag).
 
"Tetapi faktanya hatga minyak goreng sudah naik di berbagai pasar, di kota Medan," kata ekonom sekaligus akademisi di kota Medan, Gunawan Benjamin, kepada elaeis.co, Rabu (10/7/2024).

Di banyak tempat di kota Medan, kata dia, harga minyak goreng berdasarkan hasil pengamatan di pasar mulai mengalami kenaikan. 

"Sebagai contoh minyak goreng curah yang sebelumnya ditransaksikan dalam rentang Rp 15.500 hingga Rp 16000 per kilogram (Kg), saat ini sudah mulai ada yang menjual di angka Rp 16.500 per Kg," ungkapnya.

Baca juga: Ombudsman Minta Kemendag Serahkan Hasil Verifikasi Nilai Utang Minyak Goreng ke BPDPKS

Nah, berdasarkan pemantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dibentuk Bank Indonesia (BI), Gunawan Benjamin bilang di salah satu pasar tradisional di Medan, harga minyak goreng curah paling mahal  Rp 16.750 per Kg.

Kemudian, dari hasil pengamatan di sejumlah wilayah Medan, ia melohat ada kenaikan harga minyak goreng sekitar Rp 500 hingga Rp 1.000 per liter atau per Kg. 

Melihat hal ini, ia kemudian menyinggung recana kenaikan HET minyak goreng subsidi pemerintah sebesar Rp 1.700 per liter berpotensi memicu kenaikan inflasi dari minyak goreng hingga 0.12 persen. 

"Angka inflasi tersebut sangat berpeluang memperkecil harapan deflasi yang ada di wilayah Sumut," ucap dosen di kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) ini.

Baca juga: Ekonom : 'Wajar Sih Jika Petani Sawit Lebih Sejahtera Dibanding Petani Lainnya'

Sebagai pengingat saja, dalam ilmu ekonomi, deflasi adalah suatu periode yang menunjukan harga-harga barang secara umum mengalami penurunan, sementara di saat yang sama, nilai uang justru bertambah.

Komentar Via Facebook :