Berita / Iptek /
Energi dari Limbah Sawit Sudah Siap, Tapi Model Bisnis Jadi Penghambat Utama
Dosen Teknologi Pengolahan Sawit ITSB, Idad S Haq.
Jakarta, elaeis.co – Pemanfaatan limbah kelapa sawit menjadi sumber energi dinilai masih belum optimal meski teknologinya sudah tersedia. Hambatan utama justru berasal dari model bisnis yang dinilai belum menarik bagi pelaku industri dan investor.
Dosen Teknologi Pengolahan Sawit ITSB, Idad S Haq, mengatakan bahwa secara teknis pengolahan limbah sawit menjadi energi bukan hal baru. Limbah seperti palm oil mill effluent (POME) dan biomassa dapat diolah menjadi biogas maupun listrik.
“Teknologinya sudah ada dan siap digunakan. Namun implementasinya masih lambat karena faktor bisnis,” kata Idad, Rabu (8/4).
Ia menjelaskan, banyak proyek energi berbasis limbah sawit tidak berjalan karena tingkat pengembalian investasi (IRR) dinilai belum menarik. Selain itu, risiko proyek juga dianggap cukup tinggi oleh investor.
Akibatnya, banyak pabrik kelapa sawit masih mengelola limbah secara konvensional tanpa memaksimalkan potensi ekonominya.
Padahal, jika dimanfaatkan secara optimal, limbah sawit berpotensi menghasilkan pendapatan tambahan dari energi dan kredit karbon. Nilainya bahkan bisa mencapai puluhan miliar rupiah per tahun.
Untuk mengatasi kendala tersebut, mulai berkembang skema Energy-as-a-Service (EaaS) melalui model Energy Service Company (ESCO). Dalam skema ini, investasi dan teknologi disediakan oleh pihak ketiga, sementara pabrik hanya membayar energi yang dihasilkan.
Model ini dinilai dapat mengurangi beban investasi awal (capital expenditure) bagi pabrik dan meningkatkan kelayakan proyek.
Meski demikian, penerapan skema tersebut masih menghadapi tantangan, seperti mekanisme kerja sama dan pembagian keuntungan antara pihak terkait.
Idad menilai, ke depan diperlukan pendekatan bisnis yang lebih fleksibel agar pemanfaatan limbah sawit dapat berkembang lebih luas.
“Potensinya besar, tapi harus didukung model bisnis yang tepat agar bisa berjalan,” ujarnya.
Selain memberikan nilai tambah ekonomi, pemanfaatan limbah sawit juga berpotensi menekan emisi gas rumah kaca dan mendukung target keberlanjutan industri.









Komentar Via Facebook :