https://www.elaeis.co

Berita / Nasional /

Didukung BPDP dan Ditjenbun, PT DGL Gelar Pelatihan Soft Skill untuk Penguatan SDM Pekebun Kelapa Sawit

Didukung BPDP dan Ditjenbun, PT DGL Gelar Pelatihan Soft Skill untuk Penguatan SDM Pekebun Kelapa Sawit


Palembang, elaeis.co - PT Daya Guna Lestari (DGL) sebagai pelaksana program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM-PKS), menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan dan Komunikasi serta Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun pada 11–14 Juni 2025 di Hotel Sintesa Peninsula, Sumatera Selatan.

Kegiatan ini didukung penuh oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian RI.

BPDP adalah lembaga di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang bertugas menghimpun dan menyalurkan dana sawit untuk mendukung program strategis nasional di sektor kelapa sawit, termasuk pengembangan SDM, peremajaan sawit rakyat, riset, promosi, dan sarana prasarana. 

Salah satu fokus utama BPDP adalah mendorong peningkatan kompetensi pekebun melalui Program Pengembangan SDM-PKS ini.

Dalam sambutannya, Direktur Penyaluran Dana BPDP, Mohammad Alfansyah mengatakan bahwa Program Pengembangan SDM-PKS ini merupakan wujud nyata dari komitmen BPDP untuk meningkatkan kapasitas pekebun kelapa sawit secara menyeluruh. 

"Tidak hanya melalui pelatihan, BPDP juga menjalankan program-program lainnya, termasuk penyediaan beasiswa bagi anak-anak pekebun, keluarga pekebun, pekerja sawit, dan para pemangku kepentingan di sektor kelapa sawit. Semua ini bertujuan untuk memastikan bahwa sumber daya manusia di industri sawit memiliki kompetensi, daya saing, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan menuju industri sawit yang berkelanjutan,” ujarnya. 

Mohammad Alfansyah juga mengatakan, pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas para pekebun kelapa sawit, baik dalam aspek kepemimpinan, komunikasi, maupun kemampuan membangun sinergi dan kebersamaan dalam kelembagaan pekebun. 

Sebanyak 74 peserta yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Musi Banyuasin turut serta dalam kegiatan ini, terdiri dari 37 peserta Pelatihan Kepemimpinan dan Komunikasi, dan 37 peserta Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun.

Direktur Utama PT DGL, M Gema Aliza Putra juga mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia mengucapkan terima kasih kepada para pejabat dan seluruh pihak yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan mendukung kegiatan ini. 

Ia mengaku, PT Daya Guna Lestari yang berdiri sejak tahun 2021 sangat bangga dapat menjadi bagian dari misi besar pengembangan SDM-PKS. 

Menurutnya, program yang sepenuhnya dibiayai oleh BPDP bersama Direktorat Jenderal Perkebunan ini, sangat bermanfaat bagi para pekebun.

"Tahun ini, kami juga mulai menjalar ke arah dukungan terhadap sertifikasi ISPO sebagai bagian dari komitmen kita bersama dalam mendorong sawit berkelanjutan kedepannya. Dengan adanya program pelatihan SDM-PKS ini, tidak hanya pengetahuan peserta yang bertambah, tetapi nilai kebersamaan dan produktivitas mereka juga meningkat. Sekali lagi, terima kasih kepada BPDP dan seluruh jajarannya atas misi luar biasa yang sangat bermanfaat bagi masa depan petani sawit Indonesia,” jelasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Tim Komite Pengembangan SDM Dr. Sunari, Tim Direktorat Penyaluran Dana BPDP Rangga Rahmananda, Lucki Bagus, Bapak Diete, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan Ir. Agus Darwa, M.Si, Kabid Kelembagaan M Ichwansyah, S.P., M.Si, Kasi Penyuluhan dan Pembinaan SDM Rica Oktavia, S.P, Plh. Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Musi Banyuasin Rangga Perdana Putera, Staff Ragil Gita Laponedes, Pendamping PKP dan Kepemimpinan M Nur Yasin Yusuf dan Bapak Rudi Purwanto, Serta Direktur Sawit dan Aneka Palma Ardi Praptono, SP., M.AGR, yang hadir dan memberikan sambutan secara online.

“Terima kasih kami sampaikan kepada PT Daya Guna Lestari atas penyelenggaraan pelatihan soft skill yang sangat bermanfaat ini. Kami berharap melalui program pelatihan yang didukung oleh BPDP bersama Ditjenbun ini dapat tumbuh rasa kebersamaan, jiwa kepemimpinan, serta kemampuan komunikasi yang baik di kalangan pekebun,” ucap Ardi.

Sebelumnya, kata Ardi, pihaknya juga telah mengkaji secara mendalam tema pelatihan ini. Menurutnya, tema ini sangat relevan dan memang dibutuhkan oleh para petani, khususnya dalam penguatan kelembagaan pekebun. 

"Kami berharap para peserta nantinya dapat menjadi pemimpin di lembaga pekebun masing-masing, membangun tim yang solid demi kelembagaan yang lebih maju. Soft skill yang diperoleh juga sangat penting dalam menghadapi proses sertifikasi ISPO bagi pekebun. Semoga pelatihan ini memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh peserta,” tambahnya.

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :